BERITA

SEMINAR HARI STATISTIK NASIONAL TAHUN 2018

28 Sep 2018 16:59 Barenlitbang 81 Kali

Arosuka–Barenlitbang, wujud untuk tercapainya data yang konsisten, akurat dan tepat waktu, perlunya partisipasi penyedia dan penerima data,  baik dalam memberikan data dasar dan data sektoral, harus adanya koordinasi yang intens antara Barenlitbang dan Diskominfo serta BPS dalam dalam pengelolaan dan pemutakhiran data, dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam pengolahan dan penyajian data.

Seminar dalam memperingati hari statistik nasional yang difasilitasi oleh Barenlitbang dan Diskominfo dihadiri Forkompinda, OPD Lingkup Pemerintahan Kabupaten Solok, serta stake holder terkait lainnya, yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Solok Nan Indah, selasa (25/9).

Gusmal, SE. MM Bupati Solok menyampaikan “data merupakan faktor penting dalam dalam pembangunan perencanaan daerah, dimana bila berubahnya data maka akan merubah perencanaan”.

“empat pilar pembangunan saat ini berangkat dari data, dan untuk peroleh DAU yang oleh tiap daerah dipengaruhi oleh data luas wilayah, data jumlah penduduk, indeks kemahalan konstruksi”

Bupati Solok berpesan dalam sambutan pada seminar hari statistik nasional ini, bahwa data Kabupaten Solok harus satu, baik itu data yang terdapat pada BPS ataupun data pada Pemda Kabupaten Solok.

“perlu adanya data yang konsisten, akurat, dan tepat waktu, yang dapat didukung dengan sekaligus mengadakan Launching Portal Lumbung Data Kabupaten Solok oleh Diskominfo” tutup Gusmal.

Dr. Sukardi, M.Si Kepala BPS Propinsi Sumatera Barat mengatakan “perbedaan angka yang terdapat pada BPS dengan angka yang lainnya, salah satunya angka penduduk, seperti jumlah penduduk Kabupaten Solok dengan data yang ada pada BPS sebesar 368.692 orang, sedangkan data yang ada pada Dinas Dukcapil sebesar 382.000 orang”.

Prof. Ganefri, Ph.D Rektor Universitas Negeri Padang menyatakan “selama ini kita melihat IPM hanya sebagai keperluan saja, IPM ini menggambarkan keberhasilan dari Pemda dalam membangun daerahnya”.

“IPM adalah angka gabungan yang mengukur tingkat kesehatan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan, dimana ketiga indikator ini menggambarkan kemajuan suatu daerah”.

“IPM Kabupaten Solok masih berada dibawah rata-rata Kabupaten/Kota di Sumatera Barat pada umumnya, dimana IPM Kabupaten Solok dapat ditingkatkan dengan dengan adanya kelayakan hidup (ekonomi baik) dan umur yang panjang (kesehatan baik)” pungkasnya.

Permasalahan data dalam perencanaan daerah, terkait dengan ketersediaan data daerah yang kurang timely, sehingga data perencanaan tidak update.

Manajemen data yang terintegrasi akan meminimalisir ketidak sinkronan data dan dapat dianalisis.

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

BERITA LAINYA

UJI PUBLIK RANPERBUP PERENCANAAN TENAGA KERJA

11 Des 2018 15:10 Barenlitbang 9 Kali

Arosuka–Barenlitbang, rapat lanjutan dan uji publik rancangan Peraturan Bupati Solok tentang Pere...

EVALUASI DAN PRESENTASI RKM OLEH KETUA KKM

10 Des 2018 10:55 Barenlitbang 14 Kali

Arosuka–Barenlitbang, dalam mengevaluasi pendataan alokasi nagari penerima manfaat prgoram PAMSIM...

PENYUSUNAN DOKUMEN RTK KABUPATEN SOLOK TAHUN 2018 - 2023

30 Nov 2018 17:08 Barenlitbang 34 Kali

Padang–Barenlitbang, acara penyusunan draft final dokumen dan pembahasan rancangan Peraturan Bupa...

PERUBAHAN PERDA NO. 4 TAHUN 2016

30 Nov 2018 17:02 Barenlitbang 35 Kali

Padang–Barenlitbang, perubahan RPJMD 2016 - 2021 telah dimulai sejak 2017, dimana RPJMD Kabupaten...

BIMBINGAN TEKNIS PENGENTRIAN RENSTRA

30 Nov 2018 17:05 Barenlitbang 28 Kali

Padang–Barenlitbang, menuju Pemerintahan Kabupaten Solok yang baik dan bersih, diperlukannya peny...